KAMPUNG ORGANIK

Yang Dimaksud Kampung Organik :
 Satu kawasan dimana ada sekelompok masyarakat didalam kegiatannya secara terorganisir melakukan pemilahan dan pengolahan sampah organik dan non-organik ( melalui 3 R) secara berkelanjutan dan memanfaatkan hasil pengolahan sampah tersebut untuk menjadikan suatu kawasan hijau dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan (fence,lpsm 2012)

 Visi Kampung Organik
 Terciptanya lingkungan yang bersih, indah disertai dengan terjadinya perbaikan kualitas lingkungan alam secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan penggunaan hasil olah sampah.

 Misi Kampung Organik
 Meningkatkan, menumbuh-kembangkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam mengolah dan menggunakan hasil olah sampah.

Kegiatan dalam Kampung Organik
 Pelatihan olah sampah organik maupun non organik.
 Pendampingan kinerja kelompok
 Pendampingan komunitas / masyarakat dalam pengolahan sampah rumah tangga
 Menggalang kerjasama dengan berbagai pihak (individu, pemerintah, lembaga-lembaga non pemerintah, sekolah dll) yang memiliki kepedulian sama terhadap persoalan sampah.

Sasaran
 Terciptanya sebuah “industri” berbahan baku sampah organik, mengubah barang tidak bernilai menjadi barang bernilai ekonomis yang menguntungkan dan menyehatkan
 Pemanfaatan hasil olah sampah di usaha budidaya pertanian organik akan meningkatkan nilai tukar produk.
 Terjadinya perbaikan kualitas tanah secara fisik, biologis dan kimiawi lewat aplikasi pupuk hasil olah sampah organik.
 Terwujudnya lingkungan yang sehat, bersih dan indah lewat pengelolaan sampah yang bertanggungjawab

 Menciptakan unit usaha micro di level PKK dengan Konsep PKK Smart
Fungsi :
a. Outlet hasil produksi sampah non organik masuk ke industri daur ulang
b. Outlet hasil produksi
• Produksi barang asupan pupuk : padat, cair, vermi kompos.
• Produksi hortikultura hasil aplikasi di lahan sempit maupun di lahan persawahan dan atau lahan kering/ tegalan.
c. Pengadaan bahan-bahan lain yang diperlukan rumah tangga (sembako, dll)
 Manfaat lingkungan
1. Mengolah barang tidak/ kurang bermanfaat menjadi bahan bermanfaat
2. Mengurangi beban lingkungan akibat pencemaran
3. Terjadinya perbaikan kualitas tanah dan menaikkan daya dukung untuk budidaya pertanian organik
 Manfaat sosial
1. Menciptakan lapangan kerja
2. Mengurangi potensi konflik akibat limbah sampah
3. Munculnya kesadaran dan keahlian baru perihal pengelolaan limbah sampah
 Strategi; perlibatan beberapa elemen dan komponen masyarakat:
1. Dasa Wisma
2. Karang Taruna
3. Organisasi Pemuda
4. Sekolah formal ( Playgroup- TK s.d . Perguruan Tinggi) dan non formal

TUGAS TUGAS FASILITATOR “KAMPOENG ORGANIK” KELURAHAN
Terhadap kelompok yang sudah menjadi pilotproject kampoeng organik:
 a. Monitoring kegiatan kelompok sejauh mana telah berjalan.
 b. Mengidentifikasi permasalahan yang muncul di kelompok.
 c. Mengidentifikasi kebutuhan sarana prasarana yang belum mendukung kegiatan.
 d. Pendampingan kelompok untuk meningkatkan menjadi kampong organik tahap selanjutnya.
 e. Menggali Potensi kelompok masyarakat lain, untuk dijadikan lokasi kampoeng organik selanjutnya.
 f. Membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilakukan fasilitator sesuai tupoksinya, kepada fasilitator tingkat kecamatan maupun fasilitator tingkat kota.

TUGAS TUGAS FASILITATOR KAMPOENG ORGANIK KECAMATAN
 1. Monitoring kegiatan fasilitator kelurahan di wilayah kerjanya.
 2. Mengidentifikasi permasalahan dikelompok yang ada dalam wilayah kerjanya.
 3. Mengidentifikasi kebutuhan sarana prasarana yang dibutuhkan dan mengkomunikasikan kepada fasilitator kota.
 4. Mengidentifikasi potensi kelompok masyarakat lainnya untuk dilaporkan kepada fasilitator kota.
 5. Mendampingi fasilitator kelurahan untuk mengatasi masalah yang muncul dikelompok, apabila tidak dapat diselesaikan segera dilaporkan di tingkat fasilitator kota.
 6. Membuat laporan hasil kegiatan .

TUGAS FASILITATOR KAMPOENG ORGANIK KOTA
 1. Monitoring secara menyeluruh kegiatan kampong organik.
 2. Mengidentifikasi permasalahan yang muncul.
 3. Mengidentifikasi kebutuhan sarana prasarana untuk mendukung kegiatan kampoeng organik.
 4. Mengidentifikasi potensi kelompok masyarakat , guna berkembangnya kampong organik selanjutnya.
 5. Mendampingi fasilitator kecamatan dalam mencarikan solusi maupun mengatasi permasalahan yang muncul di kelompok masyarakat.
 6. Membuat laporan untuk dikomunikasikan kepada jajaran SKPD terkait ( KLH)
 7. Menentukan criteria atau tingkatan capaian kampong organik di suatu wilayah/ kelompok masyarakat.

TAHAPAN PENCAPAIAN KEGIATAN
 1.TAHAP PEMULA.
 Fase kegiatannya :
 a. Adanya kelompok yang didukung dengan SK
 b. Adanya pengurus sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kelompok.
 c. Memiliki papan nama kelompok.
 d. Melakukan sosialisasi kegiatan pada seluruh anggota.
 e. Kelompok melakukan pemilahan sampah keluarga baik organik maupun non
organik.
 f. Kelompok melakukan pengolahan sampah organik
g. Melaksanakan pengadministrasian ( pencatatan dan pembukuan hasil kegiatan ). Kelompok memiliki buku administrasi yang telah ditentukan misal buku anggota, notulen kegiatan, tamu, kas, dll
 2 . TAHAP BERKEMBANG.
 a. Kelompok memiliki SK Kelurahan
 b. Adanya Pengurus
 c. Memiliki papan nama kelompok.
 d. Melakukan sosialisasi di kelompok maupun masyarakat diluar kelompok .
 e. Kelompok telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah
 f. Kelompok memanfaatkan hasil pengolahan sampah organik untuk menanan tanaman sayuran maupun toga untuk kebutuhan keluarga, maupun tanaman hias ( Bunga ).
 g. Kelompok memanfaatkan hasil pemilahan sampah non organik sebagai modal awal untuk persiapan kegiatan PKK Smart.
 h. Kelompok memulai membentuk Bank sampah dengan konsep Kampoeng Organik.
 3. TAHAP MANDIRI
 a. Memiliki SK Kelurahan
 b. Memiliki Pengurus
 c. Memiliki papan nama
 d. Sosialisasi ke kelompok maupun diluar kelompok
 e. Melakukan pemilahan dan pengolahan sampah baik organik maupun non organik.
 f. Melakukan pengolahan sampah limbah cair organik
 g. Pemanfaatan hasil pengolahan sampah untuk tanaman baik sayur, obat obatan (toga) untuk ketahanan pangan dan kesehatan keluarga, maupun untuk keindahan lingkungan ( Bunga )
 h. Melakukan penghijauan kawasan tinggal maupun dilingkungan kelompok.
 i. Mengembangkan kebutuhan ketahanan pangan keluarga dengan ternak (ayam) dan perikanan sehat.
 j. Melakukan kegiatan Bank sampah dengan konsep kampong organik
 k. Melakukan kegiatan PKK Smart
 l. Melakukan kegiatan ekonomi dengan menjual hasil produk kampoeng organik
 m. Melakukan kegiatan pelatihan ketrampilan mengolah sampah non organik ( Mengembangkan kreasi/ kreatifitas anggota)
 n. Menjadi nara sumber maupun tempat studi banding bagi kelompok lainnya maupun dari daerah lain.
 o. Mampu mengembangkan modal untuk melakukan inovasi baru tanpa ketergantungan dari pemerintah.

Prospek Sampah
1.Sering kita jumpai
2.Jumlahnya bertambah setiap hari
3.Penanganannya kurang
4.Lahan bisnis yang menguntungkan

Sumber :
Drs Fence Ohoilulin
Ketua LPSM Bina Daya Kasih
Disampaikan Dalam Bimbingan Teknis Persampahan Kota magelang tahun 2014-10-08 Gedung Wanita, 18 September 2014

magelang 17

MAGELANG 1

magelang 4

magelang 9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s