KAMPUNG ORGANIK

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

MAGELANG, suaramerdeka.com – Kota Magelang meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan di bidang kebersihan itu diserahkan Wakil Presiden Budiono kepada Wali Kota Sigit Widyonindito di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/6).
“Saya mendapat telepon dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup yang memberitahu Kota Magelang mendapat penghargaan Adipura Kencana,” kata Sekda Drs Sugiharto, Kamis (5/6).
Rencananya Adipura Kencana akan dibawa ke Kota Magelang Jumat (6/6) melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Penyambutan dilakukan di batas kota di Sambung pukul 15.00 oleh kepala SKPD, camat, lurah dan masyarakat. Kemudian diarak menuju ke Kantor Wali Kota Magelang. Di berbagai tempat disambut dengan tari tradisional. Sesampai di Kantor Wali Kota Magelang dilakukan upacara resmi penyambutan Adipura Kencana.
Sebelumnya, kota dengan luas 18,12 km2 sudah dua kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, yaitu tahun 2012 dan 2013. Tahun 2014 kali pertama meraih Adipura Kencana.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Machbub Yani Arfian menerangkan, syarat untuk meraih Adipura Kencana selain harus masuk lima besar tingkat nasional juga harus ada inovasi. Kota Magelang sudah membuat berbagai inovasi. Antara lain pemanfaatan energi matahari untuk penerangan. Kemudian air sampah (lindi) dibuat menjadi tenaga listrik dan gas untuk memasak.
Berikutnya hidroponik, yaitu menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah. Medianya menggunakan bekas gelas minuman kemasan diberi arang dan sekam. Sirkulasi airnya menggunakan media pralon yang dialirkan dengan pompa listrik. Kemudian mendirikan kampung organik yang diawali kampung organik Legok Makmur Kelurahan Wates, yang dibentuk dengan dana swadaya masyarakat awal tahun 2013. Kini sudah berkembang di 27 lokasi.
“17 kampung organik dibentuk dengan dana APBD Kota Magelang, sedang 10 swadaya masyarakat. Target setiap tahun jumlahnya bertambah baik yang dibiayai pemkot maupun swadaya masyarakat,” terangnya sambil menambahkan yang membuat kampung organik kali pertama adalah Kota Magelang.

( Doddy Ardjono / CN31 / SMNetwork )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/06/07/204908/Kota-Magelang-Targetkan-Semua-RW-Miliki-Kampung-Organik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s