Walikota Magelang : TPA Sampah Harus Dikelola Dengan Baik

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah jika bisa dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan bisa difungsikan sebagai agrowisata. Demikian dikemukakan oleh Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito MT saat meninjau TPA Sampah Banyu Urip Magelang, Jumat (4/5).

Walikota Magelang Saat Meninjau TPA Sampah Banyu Urip
Walikota yang didampingi wakil walikota Joko Prasetyo, Sekda Drs Sugiharto serta sejumlah pejabat SKPD Pemkot Magelang mengatakan, tempat pembuangan akhir sampah tidak selalu iidentik dengan bau tak sedap. Namun, jika dikelola dengan baik terkait dengan konsep dan penataan lokasi pembuangan, kesan menyengat, becek, bau bisa diminimalisir.
“Kalau sama sekali tidak bau ya tidak mungkin, yang penting efek dari limbah tersebut tidak sampai menyebar kemana-mana,” kata walikota
Kondisi di sekitar TPA tersebut saat ini memang banyak mengalami perubahan, berbagai upaya telah dilakukan oleh UPTD Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Kota Magelang. Antara lain penghijauan sekitar lokasi, penataan zona sampah serta pengelolaan pupuk kompos.
“TPA itu harus terkesan hijau, bersih dan tertata rapi. Untuk itu harus dikelola dengan baik,” ujar Sigit.
Usai peninjauan walikota juga menyempatkan ramah tamah dengan sejumlah pegawai setempat. Sigit meminta agar tidak berpuas diri dengan melihat perubahan TPA yang saat ini sudah lebih baik. Meski dengan prasarana yang terbatas, para pegawai tidak menurunkan kinerja akan tetapi harus bisa menjadi lebih baik.
“Kalau perlu, kapan-kapan akan kita ajak anggota DPRD Kota Magelang untuk meninjau langsung lokasi ini. Namun harus bisa menunjukan kinerja baik terlebih dahulu,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertamanan, Kebersihan dan Tata Kota (DKPT) Kota Magelang Ir Eri Widyo Saptoko, M.Si mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan upaya terkait dengan penataan dan pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah, yakni pemagaran keliling lokasi untuk mengurangi penyebaran polusi bau serta membuat lapak untuk pemulung sampah
Ia menerangkan, luas lokasi TPA tersebut kurang lebih 8 hektar dibagi 7 zona titik pembuangan. Sedangkan untuk volume sampah per harinya sekitar 150-200 meter kubik. Untuk jumlah kendaraan pengangut sampah, saat ini DKPT baru mempunyai sekitar 14 kendaraan baik kendaraan roda 3, pick up, truck maupun dump truck. “Untuk pengangkutan sampah, kami juga dibantu oleh kendaraan pengangkut dari sejumlah kelurahan di Kota Magelang, Dinas Pengelolaan Pasar serta dari pihak Akmil,” terang Eri.
Lebih lanjut, terkait dengan pembuatan pupuk kompos Eri mengatakan, pihaknya bisa memproduksi pupuk organik tersebut sebanyak 11-12 ton tiap bulan.
“Hasilnya belum kami jual, sementara pupuk tersebut digunakan untuk kebutuhan pengeloaan taman dan lokasi penghijauan di Kota Magelang,” imbuhnya. Humas_Git
Sumber :
http://www.magelangkota.go.id/publikasi/siaran-pers/siaran-pers-2012/walikota-magelang-tpa-sampah-harus-dikelola-dengan-baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s