TPA Berpotensi Menjadi Agrowisata

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah jika bisa dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan bisa difungsikan sebagai lokasi Agrowisata. Demikian dikemukakan Wali Kota Magelang, Ir Sigit Widyonindito MT saat meninjau TPA Sampah Banyu Urip Magelang, Jumat (4/5/2012).
Sigit mengatakan, tempat pembuangan akhir sampah tidak selalu identik dengan aroma tidak sedap. Namun, jika dikelola dengan baik terkait dengan konsep dan penataan lokasi pembuangan, kesan menyengat, becek, aroma tersebut bisa diminimalisir.
“Kalau sama sekali tidak bau ya tidak mungkin, yang penting efek dari limbah tersebut tidak sampai menyebar kemana-mana,” kata Sigit.
Kondisi di sekitar TPA tersebut saat ini dianggap banyak mengalami perubahan. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh UPTD Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Kota Magelang. Antaralain penghijauan sekitar lokasi, penataan zona sampah serta pengelolaan pupuk kompos.
“TPA itu harus terkesan hijau, bersih dan tertata rapi. Untuk itu harus dikelola dengan baik,” ujar Sigit.
Sigit meminta pada pegawai setempat agar tidak berpuas diri dengan melihat perubahan TPA yang saat ini sudah lebih baik. Meski dengan prasarana yang terbatas, para pegawai tidak menurunkan kinerja akan tetapi harus bisa menjadi lebih baik.
“Kalau perlu, kapan-kapan akan kita ajak anggota DPRD Kota Magelang untuk meninjau langsung lokasi ini. Namun harus bisa menunjukan kinerja baik terlebih dahulu,” tuturnya.
Kepala Dinas Pertamanan, Kebersihan dan Tata Kota (DKPT) Kota Magelang, Ir Eri Widyo Saptoko, M.Si mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan upaya terkait dengan penataan dan pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah, yakni pemagaran keliling lokasi untuk mengurangi penyebaran polusi udara serta membuat lapak untuk pemulung sampah.
Ia menjelaskan, luas lokasi TPA tersebut sekitar delapanhektar dibagi dalam tujuh zona titik pembuangan. Sedangkan untuk volume sampah per harinya sekitar 150-200 meter kubik.
Untuk jumlah kendaraan pengangut sampah, saat ini DKPT baru mempunyai sekitar 14 kendaraan baik kendaraan roda tiga, pick up, truck maupun dump truck. “Untuk pengangkutan sampah, kami juga dibantu oleh kendaraan pengangkut dari sejumlah kelurahan di Kota Magelang, Dinas Pengelolaan Pasar serta dari pihak Akmil,” katanya.
Eri juga mengaku pihaknya saat ini mampu mengelola sampah menjadi pupuk kompos, yakni dalam satu bulan sampah-sampah tersebut menghasilkan sebanyak 11-12 ton.
“Hasilnya belum kami jual, sementara pupuk tersebut digunakan untuk kebutuhan pengeloaan taman dan lokasi penghijauan di Kota Magelang dahulu,” imbuhnya.(*)

Sumber :
http://jogja.tribunnews.com/2012/05/04/tpa-berpotensi-menjadi-agrowisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s