KOTA MAGELANG MERAIH ADIPURA KENCANA 2014

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 2

Daftar kota peraih Adipura tahun 2014 secara resmi telah diumumkan. Dan masing-masing kota/kabupaten telah menerima langsung penganugerahan adipura yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Boediono, di Istana Wapres, Kamis, 5 Juni 2014 kemarin. Penetapan dan pengumuman kota peraih Adipura ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2014 di Indonesia.
Pada pelaksanaannya di tahun 2014, penghargaan Adipura ini diberikan kepada 101 kota di Indonesia. Ke-101 kota tersebut terbagi dalam dua tingkatan yaitu peraih Adipura Kencana, sebanyak 15 kota dan peraih Anugerah Adipura sebanyak 86 kota. Di samping itu jutga terdapat 32 kota dan kabupaten penerima Piagam Adipura dan Anugerah sarana dan Prasarana Kota Terbaik 2014.
Adipura adalah penghargaan untuk kota-kota di Indonesia yang dinilai berhasil dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dalam pemberiannya, Adipura dikategorikan dalam empat kategori yaitu kota metropolitan (berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001-1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001-500.000 jiwa), dan kota kecil (kurang dari 100.000 jiwa).

Adapun kota-kota peraih penghargaan Adipura 2014 adalah sebagai berikut :

Kota Penerima Anugerah Adipura Kencana Tahun 2014
Adipura Kencana adalah penghargaan Adipura tertinggi. Penghargaan ini diberikan kepada kota-kota yang yang melampaui batas pencapaian dari segi pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi serta keanekaragaman hayati.
Tahun 2014 ini, sebanyak 15 kota menerima Adipura Kencana. Ke-15 kotatersebut terdiri atas terdiri atas kota metropolitan, 2 kota besar, 6 kota sedang, dan 3 kota kecil. Adapun kota peraihnya untuk masing-masing kategori adalah sebagai berikut :
Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Metropolitan, yaitu :
1. Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur
2. Tangerang, Kota Tangerang, Banten
3. Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan
4. Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Besar

Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Besar, yaitu :
1. Balikpapan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Sedang, yaitu :
1. Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur
2. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
3. Probolinggo, Kota Probolinggo, Jawa Timur
4. Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah
5. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
6. Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Kecil, yaitu :
1. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
2. Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
3. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
4. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Kota Penerima Anugerah Adipura Tahun 2014
Tingkatan penerima kedua adalah Anugerah Adipura. Sebanyak 86 kota meraih Adipura yang terdiri atas 2 kota metropolitan, 3 kota besar, 22 kota sedang, dan 59 kota kecil. Ke-85 kota tersebut adalah :
Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Metropolitan, yaitu :
1. Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah
2. Medan, Kota Medan, Sumatera Utara

Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Besar, yaitu :
1. Denpasar, Kota Denpasar, Bali
2. Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Riau
3. Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara

Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Sedang, yaitu :
1. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
2. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
3. Bontang, Kota Bontang, Kalimantan Timur
4. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur
5. Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
6. Pasuruan, Kota Pasuruan, Jawa Timur
7. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
8. Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan
9. Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
10. Lubuk Linggau, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
11. Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
12. Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara
13. Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat
14. Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu
15. Blitar, Kota Blitar, Jawa Timur
16. Jambi, Kota Jambi, Jambi
17. Jayapura, Kota Jayapura, Papua
18. Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara
19. Banda Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh
20. Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
21. Ambon, Kota Ambon, Maluku
22. Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Kecil, yaitu :
1. Badung, Kabupaten Badung, Bali
2. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah
3. Penajam, Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur
4. Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
5. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
6. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur
7. Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan
8. Sampit, Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah
9. Benteng, Kabupaten Benteng, Sulawesi Selatan
10. Kayu Agung, Kabupaten Kayu Agung, Sumatera Selatan
11. Pangkalan Bun, Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
12. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
13. Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
14. Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat
15. Amlapura, Kabupaten Karangasem, Bali
16. Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur
17. Sekayu, Kabupaten Sekayu, Sumatera Selatan
18. Turikale, Kabupaten Turikale, Sulawesi Selatan
19. Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur
20. Pangkajene Rapang, Kabupaten Pangkajene Rapang, Sulawesi Selatan
21. Marisa, Kabupaten Marisa, Gorontalo
22. Caruban, Kabupaten Caruban, Jawa Timur
23. Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau
24. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah
25. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
26. Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur
27. Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur
28. Donggala, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
29. Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
30. Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
31. Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur
32. Pangkajene, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan
33. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur
34. Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
35. Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
36. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur
37. Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
38. Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
39. Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara
40. Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan
41. Prabumulih, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan
42. Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara
43. Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan
44. Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu
45. Pagar Alam, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan
46. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
47. Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
48. Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua
49. Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
50. Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu
51. Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat
52. Tanjung Balai, Kota Tanjung Balai, Sumatera Barat
53. Fak-Fak, Kabupaten Fak-Fak, Papua Barat
54. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
55. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur
56. Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara
57. Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
58. Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
59. Manokwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat
Daftar Kabupaten/Kota yang Mendapat Piagam Adipura 2014
Berbeda dengan Anugerah Adipura (baik Adipura Kencana maupun Adipura) yang penyerahannya dilakukan oleh Wakil Presiden RI, Boediono, Piagam Adipura diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthasar Kambuaya. Peraih Piagam Adipura 2014 sebanyak 32 kota dan kabupaten se-Indonesia.

Kota/Kabupaten peraih Piagam Adipura untuk kategori Kota Metropolitan, yaitu :
1. Bandung, Kota Bandung

Kota/Kabupaten peraih Piagam Adipura untuk kategori Kota Besar, yaitu :
1. Banjarmasin, Kota Banjarmasin
2. Surakarta, Kota Surakarta
3. Pontianak, Kota Pontianak

Kota/Kabupaten peraih Piagam Adipura untuk kategori Kota Besar dan Kecil, yaitu :
1. Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan
2. Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara
3. Bau Bau, Kota Bau Bau
4. Suwawa, Kabupaten Bone Bolango
5. Palu, Kota Palu
6. Majene, Kabupaten Majene
7. Bangli, Kabupaten Bangli
8. Selong, Kabupaten Lombok Timur
9. Watampone, Kabupaten Bone
10. Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat
11. Tebing Tinggi, Kota Tebing Tinggi
12. Lubuk Basung, Kabupaten Agam
13. Bangkinang, Kabupaten Kampar
14. Bintan, Kabupaten Bintan
15. Muara Bungo, Kabupaten Bungo
16. Koba, Kabupaten Bangka Tengah
17. Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah
18. Tanah Paser, Kabupaten Paser
19. Nunukan, Kabupaten Nunukan
20. Sintang, Kabupaten Sintang
21. Rantau, Kabupaten Tapin
22. Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara
23. Serui, Kabupaten Yapen Waropen
24. Sorong, Kota Sorong
25. Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak
26. Purwodadi, Kabupaten Grobogan
27. Waisai, Kabupaten Raja Ampat
28. Kotamobagu, Kota Kotamobagu

Itulah kota-kota yang meraih Adipura, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup bagi kota-kota se-Indonesia. Pada tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan evaluasi sehingga peningkatan nilai ambang (Passing Grade) di banding tahun sebelumnya. Akibatnya, jumlah penerima Adipura mengalami penurunan dibanding tahun 2013 silam. Di harapkan dengan peningkatan itu, Adipura yang didapat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber :

http://alamendah.org

PENERIMA ADIPURA 2014

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 2

Daftar kota peraih Adipura tahun 2014 secara resmi telah diumumkan. Dan masing-masing kota/kabupaten telah menerima langsung penganugerahan adipura yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Boediono, di Istana Wapres, Kamis, 5 Juni 2014 kemarin. Penetapan dan pengumuman kota peraih Adipura ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2014 di Indonesia.
Pada pelaksanaannya di tahun 2014, penghargaan Adipura ini diberikan kepada 101 kota di Indonesia. Ke-101 kota tersebut terbagi dalam dua tingkatan yaitu peraih Adipura Kencana, sebanyak 15 kota dan peraih Anugerah Adipura sebanyak 86 kota. Di samping itu jutga terdapat 32 kota dan kabupaten penerima Piagam Adipura dan Anugerah sarana dan Prasarana Kota Terbaik 2014.
Adipura adalah penghargaan untuk kota-kota di Indonesia yang dinilai berhasil dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dalam pemberiannya, Adipura dikategorikan dalam empat kategori yaitu kota metropolitan (berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001-1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001-500.000 jiwa), dan kota kecil (kurang dari 100.000 jiwa).

Adapun kota-kota peraih penghargaan Adipura 2014 adalah sebagai berikut :

Kota Penerima Anugerah Adipura Kencana Tahun 2014
Adipura Kencana adalah penghargaan Adipura tertinggi. Penghargaan ini diberikan kepada kota-kota yang yang melampaui batas pencapaian dari segi pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi serta keanekaragaman hayati.
Tahun 2014 ini, sebanyak 15 kota menerima Adipura Kencana. Ke-15 kotatersebut terdiri atas terdiri atas kota metropolitan, 2 kota besar, 6 kota sedang, dan 3 kota kecil. Adapun kota peraihnya untuk masing-masing kategori adalah sebagai berikut :
Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Metropolitan, yaitu :
1. Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur
2. Tangerang, Kota Tangerang, Banten
3. Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan
4. Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Besar

Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Besar, yaitu :
1. Balikpapan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Sedang, yaitu :
1. Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur
2. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
3. Probolinggo, Kota Probolinggo, Jawa Timur
4. Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah
5. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
6. Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Kota Penerima Adipura Kencana Tahun 2014 untuk kategori Kota Kecil, yaitu :
1. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
2. Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
3. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
4. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Kota Penerima Anugerah Adipura Tahun 2014
Tingkatan penerima kedua adalah Anugerah Adipura. Sebanyak 86 kota meraih Adipura yang terdiri atas 2 kota metropolitan, 3 kota besar, 22 kota sedang, dan 59 kota kecil. Ke-85 kota tersebut adalah :
Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Metropolitan, yaitu :
1. Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah
2. Medan, Kota Medan, Sumatera Utara

Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Besar, yaitu :
1. Denpasar, Kota Denpasar, Bali
2. Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Riau
3. Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara

Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Sedang, yaitu :
1. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
2. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
3. Bontang, Kota Bontang, Kalimantan Timur
4. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur
5. Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
6. Pasuruan, Kota Pasuruan, Jawa Timur
7. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
8. Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan
9. Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
10. Lubuk Linggau, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
11. Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
12. Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara
13. Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat
14. Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu
15. Blitar, Kota Blitar, Jawa Timur
16. Jambi, Kota Jambi, Jambi
17. Jayapura, Kota Jayapura, Papua
18. Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara
19. Banda Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh
20. Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
21. Ambon, Kota Ambon, Maluku
22. Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Kota Penerima Adipura Tahun 2014 untuk kategori Kota Kecil, yaitu :
1. Badung, Kabupaten Badung, Bali
2. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah
3. Penajam, Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur
4. Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
5. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
6. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur
7. Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan
8. Sampit, Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah
9. Benteng, Kabupaten Benteng, Sulawesi Selatan
10. Kayu Agung, Kabupaten Kayu Agung, Sumatera Selatan
11. Pangkalan Bun, Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
12. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
13. Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
14. Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat
15. Amlapura, Kabupaten Karangasem, Bali
16. Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur
17. Sekayu, Kabupaten Sekayu, Sumatera Selatan
18. Turikale, Kabupaten Turikale, Sulawesi Selatan
19. Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur
20. Pangkajene Rapang, Kabupaten Pangkajene Rapang, Sulawesi Selatan
21. Marisa, Kabupaten Marisa, Gorontalo
22. Caruban, Kabupaten Caruban, Jawa Timur
23. Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau
24. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah
25. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
26. Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur
27. Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur
28. Donggala, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
29. Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
30. Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
31. Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur
32. Pangkajene, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan
33. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur
34. Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
35. Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
36. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur
37. Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
38. Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
39. Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara
40. Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan
41. Prabumulih, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan
42. Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara
43. Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan
44. Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu
45. Pagar Alam, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan
46. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
47. Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
48. Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua
49. Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
50. Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu
51. Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat
52. Tanjung Balai, Kota Tanjung Balai, Sumatera Barat
53. Fak-Fak, Kabupaten Fak-Fak, Papua Barat
54. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
55. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur
56. Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara
57. Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
58. Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
59. Manokwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat
Daftar Kabupaten/Kota yang Mendapat Piagam Adipura 2014
Berbeda dengan Anugerah Adipura (baik Adipura Kencana maupun Adipura) yang penyerahannya dilakukan oleh Wakil Presiden RI, Boediono, Piagam Adipura diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthasar Kambuaya. Peraih Piagam Adipura 2014 sebanyak 32 kota dan kabupaten se-Indonesia.

Kota/Kabupaten peraih Piagam Adipura untuk kategori Kota Metropolitan, yaitu :
1. Bandung, Kota Bandung

Kota/Kabupaten peraih Piagam Adipura untuk kategori Kota Besar, yaitu :
1. Banjarmasin, Kota Banjarmasin
2. Surakarta, Kota Surakarta
3. Pontianak, Kota Pontianak

Kota/Kabupaten peraih Piagam Adipura untuk kategori Kota Besar dan Kecil, yaitu :
1. Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan
2. Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara
3. Bau Bau, Kota Bau Bau
4. Suwawa, Kabupaten Bone Bolango
5. Palu, Kota Palu
6. Majene, Kabupaten Majene
7. Bangli, Kabupaten Bangli
8. Selong, Kabupaten Lombok Timur
9. Watampone, Kabupaten Bone
10. Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat
11. Tebing Tinggi, Kota Tebing Tinggi
12. Lubuk Basung, Kabupaten Agam
13. Bangkinang, Kabupaten Kampar
14. Bintan, Kabupaten Bintan
15. Muara Bungo, Kabupaten Bungo
16. Koba, Kabupaten Bangka Tengah
17. Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah
18. Tanah Paser, Kabupaten Paser
19. Nunukan, Kabupaten Nunukan
20. Sintang, Kabupaten Sintang
21. Rantau, Kabupaten Tapin
22. Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara
23. Serui, Kabupaten Yapen Waropen
24. Sorong, Kota Sorong
25. Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak
26. Purwodadi, Kabupaten Grobogan
27. Waisai, Kabupaten Raja Ampat
28. Kotamobagu, Kota Kotamobagu

Itulah kota-kota yang meraih Adipura, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup bagi kota-kota se-Indonesia. Pada tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan evaluasi sehingga peningkatan nilai ambang (Passing Grade) di banding tahun sebelumnya. Akibatnya, jumlah penerima Adipura mengalami penurunan dibanding tahun 2013 silam. Di harapkan dengan peningkatan itu, Adipura yang didapat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber :

http://alamendah.org

ADIPURA KENCANA 2014

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

MAGELANG, suaramerdeka.com – Kota Magelang meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan di bidang kebersihan itu diserahkan Wakil Presiden Budiono kepada Wali Kota Sigit Widyonindito di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/6).
“Saya mendapat telepon dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup yang memberitahu Kota Magelang mendapat penghargaan Adipura Kencana,” kata Sekda Drs Sugiharto, Kamis (5/6).
Rencananya Adipura Kencana akan dibawa ke Kota Magelang Jumat (6/6) melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Penyambutan dilakukan di batas kota di Sambung pukul 15.00 oleh kepala SKPD, camat, lurah dan masyarakat. Kemudian diarak menuju ke Kantor Wali Kota Magelang. Di berbagai tempat disambut dengan tari tradisional. Sesampai di Kantor Wali Kota Magelang dilakukan upacara resmi penyambutan Adipura Kencana.
Sebelumnya, kota dengan luas 18,12 km2 sudah dua kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, yaitu tahun 2012 dan 2013. Tahun 2014 kali pertama meraih Adipura Kencana.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Machbub Yani Arfian menerangkan, syarat untuk meraih Adipura Kencana selain harus masuk lima besar tingkat nasional juga harus ada inovasi. Kota Magelang sudah membuat berbagai inovasi. Antara lain pemanfaatan energi matahari untuk penerangan. Kemudian air sampah (lindi) dibuat menjadi tenaga listrik dan gas untuk memasak.
Berikutnya hidroponik, yaitu menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah. Medianya menggunakan bekas gelas minuman kemasan diberi arang dan sekam. Sirkulasi airnya menggunakan media pralon yang dialirkan dengan pompa listrik. Kemudian mendirikan kampung organik yang diawali kampung organik Legok Makmur Kelurahan Wates, yang dibentuk dengan dana swadaya masyarakat awal tahun 2013. Kini sudah berkembang di 27 lokasi.
“17 kampung organik dibentuk dengan dana APBD Kota Magelang, sedang 10 swadaya masyarakat. Target setiap tahun jumlahnya bertambah baik yang dibiayai pemkot maupun swadaya masyarakat,” terangnya sambil menambahkan yang membuat kampung organik kali pertama adalah Kota Magelang.

( Doddy Ardjono / CN31 / SMNetwork )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/06/07/204908/Kota-Magelang-Targetkan-Semua-RW-Miliki-Kampung-Organik

ADIPURA KENCANA

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

MAGELANG, suaramerdeka.com – Kota Magelang meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan di bidang kebersihan itu diserahkan Wakil Presiden Budiono kepada Wali Kota Sigit Widyonindito di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/6).
“Saya mendapat telepon dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup yang memberitahu Kota Magelang mendapat penghargaan Adipura Kencana,” kata Sekda Drs Sugiharto, Kamis (5/6).
Rencananya Adipura Kencana akan dibawa ke Kota Magelang Jumat (6/6) melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Penyambutan dilakukan di batas kota di Sambung pukul 15.00 oleh kepala SKPD, camat, lurah dan masyarakat. Kemudian diarak menuju ke Kantor Wali Kota Magelang. Di berbagai tempat disambut dengan tari tradisional. Sesampai di Kantor Wali Kota Magelang dilakukan upacara resmi penyambutan Adipura Kencana.
Sebelumnya, kota dengan luas 18,12 km2 sudah dua kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, yaitu tahun 2012 dan 2013. Tahun 2014 kali pertama meraih Adipura Kencana.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Machbub Yani Arfian menerangkan, syarat untuk meraih Adipura Kencana selain harus masuk lima besar tingkat nasional juga harus ada inovasi. Kota Magelang sudah membuat berbagai inovasi. Antara lain pemanfaatan energi matahari untuk penerangan. Kemudian air sampah (lindi) dibuat menjadi tenaga listrik dan gas untuk memasak.
Berikutnya hidroponik, yaitu menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah. Medianya menggunakan bekas gelas minuman kemasan diberi arang dan sekam. Sirkulasi airnya menggunakan media pralon yang dialirkan dengan pompa listrik. Kemudian mendirikan kampung organik yang diawali kampung organik Legok Makmur Kelurahan Wates, yang dibentuk dengan dana swadaya masyarakat awal tahun 2013. Kini sudah berkembang di 27 lokasi.
“17 kampung organik dibentuk dengan dana APBD Kota Magelang, sedang 10 swadaya masyarakat. Target setiap tahun jumlahnya bertambah baik yang dibiayai pemkot maupun swadaya masyarakat,” terangnya sambil menambahkan yang membuat kampung organik kali pertama adalah Kota Magelang.

( Doddy Ardjono / CN31 / SMNetwork )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/06/07/204908/Kota-Magelang-Targetkan-Semua-RW-Miliki-Kampung-Organik

KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

MAGELANG, suaramerdeka.com – Kota Magelang meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan di bidang kebersihan itu diserahkan Wakil Presiden Budiono kepada Wali Kota Sigit Widyonindito di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/6).
“Saya mendapat telepon dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup yang memberitahu Kota Magelang mendapat penghargaan Adipura Kencana,” kata Sekda Drs Sugiharto, Kamis (5/6).
Rencananya Adipura Kencana akan dibawa ke Kota Magelang Jumat (6/6) melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Penyambutan dilakukan di batas kota di Sambung pukul 15.00 oleh kepala SKPD, camat, lurah dan masyarakat. Kemudian diarak menuju ke Kantor Wali Kota Magelang. Di berbagai tempat disambut dengan tari tradisional. Sesampai di Kantor Wali Kota Magelang dilakukan upacara resmi penyambutan Adipura Kencana.
Sebelumnya, kota dengan luas 18,12 km2 sudah dua kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, yaitu tahun 2012 dan 2013. Tahun 2014 kali pertama meraih Adipura Kencana.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Machbub Yani Arfian menerangkan, syarat untuk meraih Adipura Kencana selain harus masuk lima besar tingkat nasional juga harus ada inovasi. Kota Magelang sudah membuat berbagai inovasi. Antara lain pemanfaatan energi matahari untuk penerangan. Kemudian air sampah (lindi) dibuat menjadi tenaga listrik dan gas untuk memasak.
Berikutnya hidroponik, yaitu menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah. Medianya menggunakan bekas gelas minuman kemasan diberi arang dan sekam. Sirkulasi airnya menggunakan media pralon yang dialirkan dengan pompa listrik. Kemudian mendirikan kampung organik yang diawali kampung organik Legok Makmur Kelurahan Wates, yang dibentuk dengan dana swadaya masyarakat awal tahun 2013. Kini sudah berkembang di 27 lokasi.
“17 kampung organik dibentuk dengan dana APBD Kota Magelang, sedang 10 swadaya masyarakat. Target setiap tahun jumlahnya bertambah baik yang dibiayai pemkot maupun swadaya masyarakat,” terangnya sambil menambahkan yang membuat kampung organik kali pertama adalah Kota Magelang.

( Doddy Ardjono / CN31 / SMNetwork )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/06/07/204908/Kota-Magelang-Targetkan-Semua-RW-Miliki-Kampung-Organik

KAMPUNG ORGANIK

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

MAGELANG, suaramerdeka.com – Kota Magelang meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan di bidang kebersihan itu diserahkan Wakil Presiden Budiono kepada Wali Kota Sigit Widyonindito di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/6).
“Saya mendapat telepon dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup yang memberitahu Kota Magelang mendapat penghargaan Adipura Kencana,” kata Sekda Drs Sugiharto, Kamis (5/6).
Rencananya Adipura Kencana akan dibawa ke Kota Magelang Jumat (6/6) melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Penyambutan dilakukan di batas kota di Sambung pukul 15.00 oleh kepala SKPD, camat, lurah dan masyarakat. Kemudian diarak menuju ke Kantor Wali Kota Magelang. Di berbagai tempat disambut dengan tari tradisional. Sesampai di Kantor Wali Kota Magelang dilakukan upacara resmi penyambutan Adipura Kencana.
Sebelumnya, kota dengan luas 18,12 km2 sudah dua kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, yaitu tahun 2012 dan 2013. Tahun 2014 kali pertama meraih Adipura Kencana.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Machbub Yani Arfian menerangkan, syarat untuk meraih Adipura Kencana selain harus masuk lima besar tingkat nasional juga harus ada inovasi. Kota Magelang sudah membuat berbagai inovasi. Antara lain pemanfaatan energi matahari untuk penerangan. Kemudian air sampah (lindi) dibuat menjadi tenaga listrik dan gas untuk memasak.
Berikutnya hidroponik, yaitu menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah. Medianya menggunakan bekas gelas minuman kemasan diberi arang dan sekam. Sirkulasi airnya menggunakan media pralon yang dialirkan dengan pompa listrik. Kemudian mendirikan kampung organik yang diawali kampung organik Legok Makmur Kelurahan Wates, yang dibentuk dengan dana swadaya masyarakat awal tahun 2013. Kini sudah berkembang di 27 lokasi.
“17 kampung organik dibentuk dengan dana APBD Kota Magelang, sedang 10 swadaya masyarakat. Target setiap tahun jumlahnya bertambah baik yang dibiayai pemkot maupun swadaya masyarakat,” terangnya sambil menambahkan yang membuat kampung organik kali pertama adalah Kota Magelang.

( Doddy Ardjono / CN31 / SMNetwork )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/06/07/204908/Kota-Magelang-Targetkan-Semua-RW-Miliki-Kampung-Organik

Kota Magelang Meraih Adipura Kencana

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

MAGELANG, suaramerdeka.com – Kota Magelang meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan di bidang kebersihan itu diserahkan Wakil Presiden Budiono kepada Wali Kota Sigit Widyonindito di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/6).
“Saya mendapat telepon dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup yang memberitahu Kota Magelang mendapat penghargaan Adipura Kencana,” kata Sekda Drs Sugiharto, Kamis (5/6).
Rencananya Adipura Kencana akan dibawa ke Kota Magelang Jumat (6/6) melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Penyambutan dilakukan di batas kota di Sambung pukul 15.00 oleh kepala SKPD, camat, lurah dan masyarakat. Kemudian diarak menuju ke Kantor Wali Kota Magelang. Di berbagai tempat disambut dengan tari tradisional. Sesampai di Kantor Wali Kota Magelang dilakukan upacara resmi penyambutan Adipura Kencana.
Sebelumnya, kota dengan luas 18,12 km2 sudah dua kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, yaitu tahun 2012 dan 2013. Tahun 2014 kali pertama meraih Adipura Kencana.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Machbub Yani Arfian menerangkan, syarat untuk meraih Adipura Kencana selain harus masuk lima besar tingkat nasional juga harus ada inovasi. Kota Magelang sudah membuat berbagai inovasi. Antara lain pemanfaatan energi matahari untuk penerangan. Kemudian air sampah (lindi) dibuat menjadi tenaga listrik dan gas untuk memasak.
Berikutnya hidroponik, yaitu menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah. Medianya menggunakan bekas gelas minuman kemasan diberi arang dan sekam. Sirkulasi airnya menggunakan media pralon yang dialirkan dengan pompa listrik. Kemudian mendirikan kampung organik yang diawali kampung organik Legok Makmur Kelurahan Wates, yang dibentuk dengan dana swadaya masyarakat awal tahun 2013. Kini sudah berkembang di 27 lokasi.
“17 kampung organik dibentuk dengan dana APBD Kota Magelang, sedang 10 swadaya masyarakat. Target setiap tahun jumlahnya bertambah baik yang dibiayai pemkot maupun swadaya masyarakat,” terangnya sambil menambahkan yang membuat kampung organik kali pertama adalah Kota Magelang.

( Doddy Ardjono / CN31 / SMNetwork )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/06/07/204908/Kota-Magelang-Targetkan-Semua-RW-Miliki-Kampung-Organik

MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

MAGELANG, suaramerdeka.com – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku belum puas dengan program kampung organik yang tengah berjalan di wilayahnya. Meskipun adanya kampung organik ini merupakan salah satu elemen yang mengantarkan Kota Magelang meraih Adipura Kencana tahun 2014.
Hal itu diungkapkannya usai menyerahkan Adipura Kencana ke Ketua DPRD Kota Magelang Hasan Suryoyudho di halaman Pemkot Magelang, Jumat (6/6). Kekurangpuasan ini, karena ia melihat belum semua rukun warga (RW) memiliki kampung organik.
“Kampung organik sudah berjalan bagus, tapi saya belum puas. Target saya semua RW memiliki kampung organik dan saya akan galakan itu ke depan,” ujarnya kepada suaramerdeka.com.
Meskipun belum puas dengan kampung organik, mantan Kepala DPU Kota Magelang itu mengaku diraihnya Adipura Kencana ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini tidak lepas dari peran serta warga yang mendukung penuh kebersihan lingkungan.
“Saya akui warga masyarakat punya rasa memiliki yang tinggi terhadap kotanya (handarbeni) dan saya salut untuk itu. Rakyat paling berjasa atas diraihnya prestasi membanggakani ini. Saya harap budaya peduli lingkungan di masyarakat tetap terjaga terus ke depannya,” katanya.
Selain kampung organik, kata Sigit indikator berhasil diraihnya Adipura Kencana ini karena pihaknya telah memiliki pula proyek-proyek peduli lingkungan lainnya. Antara lain seperti pengolahan sampah menjadi listrik (biogas) dan sudah tersedianya traffict light dengan energi solar sel.
“Sebenarnya banyak indikator yang dinilai, tapi yang jelas tiga hal itu. Namun demikian, saya tetap menaruh bangga pada masyarakat yang telah mendukung penuh upaya meraihnya Adipura Kencana ini,” ungkapnya.
Sementara itu, kemacetan lalu lintas sempat terjadi akibat dikirabnya Adipura Kencana tersebut berkeliling Kota Magelang. Kirab ini dimulai dari wilayah Sambung (perbatasan kota-kabupaten) menuju arah kota dengan melewati ruas Jl A Yani, Jl Pemuda, Jl Jend Sudirman, hingga masuk area Balaikota.
Di sepanjang jalan dikirabnya Adipura Kencana, segenap warga berkerumun di pinggir-pinggir jalan, termasuk para pelajar berseragam lengkap. Masyarakat antusias melihat dengan dekat wujud asli piala di bidang lingkungan itu yang dipegang oleh sepasang Duta Wisata Kota Magelang 2014.

( Asef Amani / CN39 / SMNetwork )

Sumber :

http://www.suaramerdeka.com/

KAMPUNG ORGANIK

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

0
MAGELANG, suaramerdeka.com – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku belum puas dengan program kampung organik yang tengah berjalan di wilayahnya. Meskipun adanya kampung organik ini merupakan salah satu elemen yang mengantarkan Kota Magelang meraih Adipura Kencana tahun 2014.
Hal itu diungkapkannya usai menyerahkan Adipura Kencana ke Ketua DPRD Kota Magelang Hasan Suryoyudho di halaman Pemkot Magelang, Jumat (6/6). Kekurangpuasan ini, karena ia melihat belum semua rukun warga (RW) memiliki kampung organik.
“Kampung organik sudah berjalan bagus, tapi saya belum puas. Target saya semua RW memiliki kampung organik dan saya akan galakan itu ke depan,” ujarnya kepada suaramerdeka.com.
Meskipun belum puas dengan kampung organik, mantan Kepala DPU Kota Magelang itu mengaku diraihnya Adipura Kencana ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini tidak lepas dari peran serta warga yang mendukung penuh kebersihan lingkungan.
“Saya akui warga masyarakat punya rasa memiliki yang tinggi terhadap kotanya (handarbeni) dan saya salut untuk itu. Rakyat paling berjasa atas diraihnya prestasi membanggakani ini. Saya harap budaya peduli lingkungan di masyarakat tetap terjaga terus ke depannya,” katanya.
Selain kampung organik, kata Sigit indikator berhasil diraihnya Adipura Kencana ini karena pihaknya telah memiliki pula proyek-proyek peduli lingkungan lainnya. Antara lain seperti pengolahan sampah menjadi listrik (biogas) dan sudah tersedianya traffict light dengan energi solar sel.
“Sebenarnya banyak indikator yang dinilai, tapi yang jelas tiga hal itu. Namun demikian, saya tetap menaruh bangga pada masyarakat yang telah mendukung penuh upaya meraihnya Adipura Kencana ini,” ungkapnya.
Sementara itu, kemacetan lalu lintas sempat terjadi akibat dikirabnya Adipura Kencana tersebut berkeliling Kota Magelang. Kirab ini dimulai dari wilayah Sambung (perbatasan kota-kabupaten) menuju arah kota dengan melewati ruas Jl A Yani, Jl Pemuda, Jl Jend Sudirman, hingga masuk area Balaikota.
Di sepanjang jalan dikirabnya Adipura Kencana, segenap warga berkerumun di pinggir-pinggir jalan, termasuk para pelajar berseragam lengkap. Masyarakat antusias melihat dengan dekat wujud asli piala di bidang lingkungan itu yang dipegang oleh sepasang Duta Wisata Kota Magelang 2014.

( Asef Amani / CN39 / SMNetwork )

Sumber :

http://www.suaramerdeka.com/

Kota Magelang Targetkan Semua RW Miliki Kampung Organik

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPT KOTA MAGELANG

WIDOYOKO DKPTK KOTA MAGELANG

1511095_810742352269799_8911519530213315828_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

WIDOYOKO 1

WIDOYOKO 2

10291127_811064515570916_272529970065765901_n

10307207_811086412235393_8784618707840330565_n (1)

10336733_810848712259163_7455154672757475981_n

10342914_810916612252373_7116856884744522953_n

10383950_810849008925800_5979655279085593092_n

10402907_811064542237580_6158026077453842870_n

10441356_811080678902633_4369776797608896630_n

10443431_811064865570881_9046684777672001047_n

WIDOYOKO 1

0
MAGELANG, suaramerdeka.com – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku belum puas dengan program kampung organik yang tengah berjalan di wilayahnya. Meskipun adanya kampung organik ini merupakan salah satu elemen yang mengantarkan Kota Magelang meraih Adipura Kencana tahun 2014.
Hal itu diungkapkannya usai menyerahkan Adipura Kencana ke Ketua DPRD Kota Magelang Hasan Suryoyudho di halaman Pemkot Magelang, Jumat (6/6). Kekurangpuasan ini, karena ia melihat belum semua rukun warga (RW) memiliki kampung organik.
“Kampung organik sudah berjalan bagus, tapi saya belum puas. Target saya semua RW memiliki kampung organik dan saya akan galakan itu ke depan,” ujarnya kepada suaramerdeka.com.
Meskipun belum puas dengan kampung organik, mantan Kepala DPU Kota Magelang itu mengaku diraihnya Adipura Kencana ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini tidak lepas dari peran serta warga yang mendukung penuh kebersihan lingkungan.
“Saya akui warga masyarakat punya rasa memiliki yang tinggi terhadap kotanya (handarbeni) dan saya salut untuk itu. Rakyat paling berjasa atas diraihnya prestasi membanggakani ini. Saya harap budaya peduli lingkungan di masyarakat tetap terjaga terus ke depannya,” katanya.
Selain kampung organik, kata Sigit indikator berhasil diraihnya Adipura Kencana ini karena pihaknya telah memiliki pula proyek-proyek peduli lingkungan lainnya. Antara lain seperti pengolahan sampah menjadi listrik (biogas) dan sudah tersedianya traffict light dengan energi solar sel.
“Sebenarnya banyak indikator yang dinilai, tapi yang jelas tiga hal itu. Namun demikian, saya tetap menaruh bangga pada masyarakat yang telah mendukung penuh upaya meraihnya Adipura Kencana ini,” ungkapnya.
Sementara itu, kemacetan lalu lintas sempat terjadi akibat dikirabnya Adipura Kencana tersebut berkeliling Kota Magelang. Kirab ini dimulai dari wilayah Sambung (perbatasan kota-kabupaten) menuju arah kota dengan melewati ruas Jl A Yani, Jl Pemuda, Jl Jend Sudirman, hingga masuk area Balaikota.
Di sepanjang jalan dikirabnya Adipura Kencana, segenap warga berkerumun di pinggir-pinggir jalan, termasuk para pelajar berseragam lengkap. Masyarakat antusias melihat dengan dekat wujud asli piala di bidang lingkungan itu yang dipegang oleh sepasang Duta Wisata Kota Magelang 2014.

( Asef Amani / CN39 / SMNetwork )

Sumber :

http://www.suaramerdeka.com/